Sidang OTT Wali Kota Bakal Hadirkan Asosiasi-Keponakan Setiyono

PASURUAN – Sidang pemeriksaan saksi dalam perkara dugaan suap kepada Wali Kota Pasuruan nonaktif Setiyono akan dilanjutkan hari ini (25/3). Ada 11 saksi yang akan dihadirkan JPU KPK dalam sidang di PN Tipikor Surabaya. Mereka merupakan penyedia jasa dan konstruksi yang menjadi rekanan Pemkot Pasuruan serta keponakan Setiyono.

Tak jauh berbeda dengan sidang sebelumnya, sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim I Wayan Sosiawan itu akan mendengarkan keterangan masing-masing saksi. JPU KPK akan mengorek keterangan para saksi untuk tiga terdakwa sekaligus. Yakni, Setiyono; Dwi Fitri Nurcahyo; dan Wahyu Tri Hardiyanto.

“Ada 11 saksi yang kami hadirkan,” kata JPU KPK Kiki Ahmad Yani. Keterangan para saksi kali ini cukup penting untuk mengorek lebih jauh soal ploting-an proyek pemkot.

Dihadirkannya saksi dari rekanan, untuk membuktikan materi dakwaan JPU KPK kepada tiga terdakwa. Terutama, berkaitan dengan dugaan fee dari para rekanan yang menggarap proyek milik Pemkot Pasuruan. Mengingat dalam dua sidang yang digelar sebelumnya, JPU KPK telah menghadirkan 16 saksi.

KPK menurut Kiki –sapaan akrabnya–, ingin membuktikan duit-duit tersebut memang mengalir ke Setiyono. Termasuk peranan dua terdakwa lainnya dalam kasus ini, Dwi Fitri Nurcahyo dan Wahyu Tri Hardianto.

Kendati demikian, beberapa pihak yang diduga sebagai penerima jatah ploting-an proyek, tak seluruhnya dihadirkan dalam persidangan. Ada beberapa orang yang cukup menjadi saksi selama tahap penyidikan.

“Memang proyek-proyek itu kan dibagi-bagi, banyak banget. Tapi, saksi yang kami hadirkan ke persidangan diambil yang pokok-pokoknya saja,” ujarnya.

Untuk diketahui, sebagian saksi yang dihadirkan dalam sidang hari ini di antaranya, Bambang Parikesit, Sugeng Cahya Patria selaku ketua Gapeksindo, Siti Calimah selaku ketua Asosiasi Kontraktor Nasional/ASKONAS, Muhammad Yahya selaku pemilik PT Permata Lansekap Nusantara, dan Agus Setiyono selaku ketua Forum Jasa Konsultan Pasuruan.

Di samping itu, juga ada Supono selaku pemilik CV Wiratama, Yus Saptono selaku pemilik CV Yusata Teknik, Muhamad Baqir selaku pemilik CV Mahadhir, Hendruyanto Heru Prabowo selaku PNS Bappenda Kota Pasuruan yang juga keponakan Setiyono, Robi Abdurochman dan Mohammad Mujib dari CV Muria Jaya. (tom/rf)