Tebar 300 Ribu Benih Ikan Perairan Darat demi Capai Target Tangkapan

TAMBAH POPULASI: Sejumlah bocah memancing ikan di Ranu Grati, Kabupaten Pasuruan. Tahun ini, Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan akan menebar 300 ribu benih ikan di perairan darat. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL – Makin banyaknya nelayan dan masyarakat yang menangkap ikan di perairan darat, membuat Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan juga menebar benih ikan. Tahun ini, ada 300 ribu benih ikan yang akan ditebarkan di danau, sungai, dan embung yang merupakan perairan di daratan.

Kepala Bidang Kenelayanan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Alamsyah Supriadi mengatakan, setiap tahun jumlah ikan yang ditangkap di perairan darat cenderung meningkat. Tahun Minggu tercatat mencapai 500,3 ton ikan. “Trennya makin meningkat. Tahun 2018 mencapai 500 ton naik dari tahun 2017 lalu yang hanya 304,6 ton,” ujarnya.

Menurutnya, tidak hanya nelayan yang menangkap ikan untuk dijual kembali. Ada juga masyarakat yang menangkap ikan sebagai hobi atau dikonsumsi pribadi. Sedangkan, perairan darat sendiri sesuai UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, kewenangan perairan darat merupakan kewenangan dari daerah atau Pemkab Pasuruan.

Demi menjaga sumber daya ikan tidak makin habis, harus ada upaya menambah populasinya. Salah satunya dengan rutin menebar benih ikan. Tahun ini Dinas Perikanan akan menebar 300 ribu benih ikan. Jumlah ini sama dengan kuota tahun  kemarin.

Benih ikan yang ditebarkan ada tawes, tombro, dan lele. Benih ini disebarkan di perairan darat, seperti di Ranu Grati, bendungan di Purwosari, waduk Purwodadi, dan waduk Kejayan. Termasuk sungai-sungai di sepanjang Bangil. “Benih biasanya yang usia 1 bulanan atau ukuran 3-5 sentimeter. Penebarannya akan dimulai pada triwulan kedua atau April mendatang. Juga setelah Lebaran. Merata baik di danau, sungai, dan embung,” ujarnya.

Pihaknya berharap, dengan penebaran benih ikan ini tetap bisa menjaga ekosistem ikan di perairan darat. Namun, diharapkan juga nelayan bisa menangkap dengan alat tangkap yang ramah lingkungan. Agar ikan yang kecil tidak ikut tertangkap dan bisa dimanfaatkan saat sudah besar. (eka/fun)