Videotron Jalan Pahlawan Disorot Netizen, Begini Kata DPMPTSP

PROBOLINGGO – Videotron yang berlokasi di Jalan Pahlawan, Kota Probolinggo, dikeluhkan netizen. Posisi videotron yang terlalu rendah, disebut membuat sinarnya mengenai pengguna jalan. Sehingga, menyilaukan.

Hal itu seperti disampaikan Bachtiar Kurniawan melalui sebuah grup di media sosial Facebook. Bachtiar pun meminta kepada Satpol PP setempat untuk meninjau ulang posisi videotron itu.

“Mohon ditinjau ulang bagi Satpol PP atau instansi terkait. Video iklan yang di pojok Jalan Pahlawan yang mengarah ke traffic light Brak terlalu rendah. Sehingga, sinarnya membuat silau di malam hari. Tolong dikaji ulang ketinggiannya,” ujarnya.

Beberapa pengguna jalan juga merasakan hal yang sama saat melintas di Jalan Pahlawan. Terutama ketika sudah dekat tikungan yang akan mengarah ke perempatan Brak.

“Memang silau sekali sinarnya. Apalagi di sekitar videotron itu lampu penerangan minim. Jadi, sinarnya berpusat dari videotron,” ujar Maliq, 20, warga Kanigaran, Sabtu (23/3) malam.

Maliq sendiri mengaku tidak tahu pasti penyebab sinar yang terlalu terang. “Tapi memang posisinya lebih pendek dibandingkan videotron yang ada di Jalan dr Soetomo. Mungkin itu yang membuat silau. Selain itu, di sekitar videotron penerangannya sedikit. Yang dominan pencahayaan dari videotron,” ujarnya.

Agus Efendi, kepala Satpol PP Kota Probolinggo mengaku belum mendapat pengaduan resmi tentang videotron tersebut. Namun, pengaduan seperti itu seharusnya disampaikan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Probolinggo.

“Sampai saat ini belum ada laporan ke Satpol PP. Namun, sebaiknya disampaikan ke perizinan jika ada yang merasa terganggu. Baru nanti dari perizinan akan rapat bersama tim teknis untuk mengkaji laporan tersebut,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Dwi Hermanto, kepala DPMPTSP Kota Probolinggo. “Sampai saat ini belum ada laporan resmi dari masyarakat tentang videotron tersebut. Jika memang ada surat resmi nanti tim teknis akan merapatkannya,” ujarnya.

Menurutnya, perlu ada laporan tertulis dari masyarakat untuk meninjau keberadaan videotron tersebut. “Laporan resmi itu menjadi landasan kami untuk menindak laporan warga,” jelasnya. (put/hn)