Butuh Banyak Pendamping PKH, Kemensos Hanya Berikan Kuota Segini

Butuh Banyak Pendamping PKH, Kemensos Hanya Berikan Kuota Segini

PASURUAN – Upaya Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pasuruan untuk menambah jumlah pendamping tahun ini tidak tercapai. Ini lantaran Kementerian Sosial (Kemensos) hanya membuka 5 tambahan pendamping PKH di Kabupaten Pasuruan. Jumlah ini adalah untuk mengganti pendamping PKH yang sebelumnya mengundurkan diri. Hadi Prayitno, Koordinator PKH Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa, sebelumnya memang dibutuhkan tambahan pendamping yang lebih banyak. Ini lantaran dari tahun lalu yang awalnya 91.506 KPM sementara juga diberikan kuota pendamping PKH hanya…

Selengkapnya...

Penyaluran BPNT di Kab Pasuruan Molor Lagi

Penyaluran BPNT di Kab Pasuruan Molor Lagi

PASURUAN – Kesabaran ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Pasuruan, kembali diuji. Sejauh ini mereka belum bisa mencairkan bantunnya. Sebab, bantuan yang biasanya cair setiap tanggal 25, sampai Rabu (27/2) belum jelas kapan cair. Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan Gunawan Wicaksono mengatakan, sampai Rabu belum ada kepastian Pemerintah Pusat terkait kembali molornya pencairan dana BPNT. “Sesuai jadwal seharusnya turun setiap tanggal 25. Namun, bulan ini ternyata kembali…

Selengkapnya...

Jumlah KPM PKH di Kota Probolinggo Berkurang

Jumlah KPM PKH di Kota Probolinggo Berkurang

MAYANGAN – Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Probolinggo, tahun ini berkurang dibandingkan tahun kemarin. Jika tahun 2018 ada 8.419 KPM, tahun ini berkurang menjadi 8.328 KPM. Atau, berkurang 91 KPM. Koordinator PKH Kota Probolinggo Rudi Dewang Wahyudi mengatakan, jumlah penerima PKH bisa berkurang karena berbagai hal. Salah satunya karena pindah alamat atau meninggal dunia. “Ketika penerima PKH pindah, maka kepesertaannya dipindah ke daerah baru,” ujarnya ketika hearing dengan Komisi…

Selengkapnya...

80 Persen Anjal Dalam Daerah, Setahun Pulangkan 182 Anak Jalanan

80 Persen Anjal Dalam Daerah, Setahun Pulangkan 182 Anak Jalanan

PASURUAN – Anak jalanan (anjal) menjadi salah satu permasalahan sosial yang ditangani Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan. Sepanjang 2018, Dinsos telah menangani 182 anjal. Dari ratusan anjal itu, 80 persen berasal dari Kabupaten Pasuruan. Plt Kepala Dinsos Kabupaten Pasuruan Gunawan Wicaksono mengatakan, razia anjal di Kabupaten Pasuruan sering dilakukan Satpol PP. Juga biasanya dari laporan petugas Dinsos di lapangan. “Jika ada yang dianggap meresahkan, Dinsos juga terjun melakukan evakuasi untuk dibawa ke Rumah Singgah Bina…

Selengkapnya...

Warga Penerima BPNT di Kota Pasuruan Stagnan

Warga Penerima BPNT di Kota Pasuruan Stagnan

PASURUAN – Ribuan warga Kota Pasuruan masih tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Dari tahun sebelumnya, jumlah penerima bantuan masih stagnan, ada 7.778 KPM. Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan Nila Wahyuni mengatakan, jumlah penerima BPNT tahun ini sama dengan tahun sebelumnya. “Jumlahnya mencapai 7.778 yang sudah dikelurkan by name by address dari Kementerian pada Desember lalu,” ujarnya, Rabu (16/1). Ia menyebutkan, data itu juga sudah disinkronkan dengan data yang…

Selengkapnya...

Tugas Pendamping PKH Bertambah, Personel Stagnan

Tugas Pendamping PKH Bertambah, Personel Stagnan

PASURUAN – Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pasuruan, tahun ini bertambah 9.109 KPM. Namun, jumlah pendamping PKH belum ada perubahan, tetap 199 orang. Koordinator Pendamping PKH Kabupaten Pasuruan Hadi Prayitno mengatakan, sejak 2918, beban pendamping PKH cukup tinggi. Sebab, antara jumlah penerima PKH dan pendampingnya belum ideal. “Saat ini jumlah pendamping PKH ada sebanyak 199 orang. Dari jumlah itu setiap pendamping harus mendampingi 400-600 KPM. Padahal, idealnya seorang pendamping…

Selengkapnya...

Setahun, Razia 81 Gepeng-ODGJ di Pasuruan, Mayoritas dari Luar Daerah

Setahun, Razia 81 Gepeng-ODGJ di Pasuruan, Mayoritas dari Luar Daerah

PASURUAN-Jumlah gelandangan dan pengemis (gepeng) serta orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Pasuruan sepanjang 2018 cukup banyak. Dari catatan Dinas Sosial (Dinsos) setempat, setahun ada 81 orang yang ditangani. Dari jumlah itu, 70 persen berasal dari luar daerah. Plt Kepala Dinsos Kabupaten Pasuruan Gunawan Wicaksono mengatakan, Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti pengemis, gelandangan, dan ODGJ tetap harus segera ditangani. Sebab, mereka cenderung mengganggu tatanan masyarakat. “Selain mengganggu keindahan kota, juga bisa mengganggu pengguna…

Selengkapnya...
1 2 3