Banyak Anjal Berkeliaran, Ini yang Akan Dilakukan Pemkot Probolinggo

Banyak Anjal Berkeliaran, Ini yang Akan Dilakukan Pemkot Probolinggo

KANIGARAN – Anak jalanan (anjal), pengemis, dan gelandangan masih jadi masalah sosial di Kota Probolinggo. Keberadaan mereka mudah ditemukan. Terutama di traffic light persimpangan jalan, maupun di pusat keramaian. Khusus anjal dan pengemis, tak sedikit dari mereka yang usianya justru masih usia sekolah. Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Agus Effendi mengatakan, razia rutin yang dilakukan pihaknya tak cukup mampu mengatasi keberadaan anjal. Pasalnya, setelah dirazia dan diamankan, mereka justru kembali ke jalanan. “Keberadaan anak jalanan,…

Selengkapnya...

Gelandangan Meninggal di Atas Gorong-gorong Masangan, Diduga Kelaparan

Gelandangan Meninggal di Atas Gorong-gorong Masangan, Diduga Kelaparan

BANGIL–Warga Dusun Blawi, Desa Masangan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Kamis malam (28/2) dibuat heboh. Itu setelah warga setempat menemukan sesosok jenazah lelaki di atas gorong-gorong jalan raya Masangan. Jenazah lelaki itu pertama kali ditemukan sekitar pukul 19.30. Yang pertama kali menemukan adalah Toha, warga Blawi, Desa Masangan, Kecamatan Bangil. Menurut Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kecamatan Bangil, Syakroni, korban kondisinya sudah drop sejak sekitar pukul 09.00. Hanya saja, warga tidak berani mendekat. Sehingga, warga memilih untuk…

Selengkapnya...

Sembilan Anjal di Kota Pasuruan Diciduk, 1 Diantaranya Perempuan

Sembilan Anjal di Kota Pasuruan Diciduk, 1 Diantaranya Perempuan

PASURUAN–Operasi anak jalanan, pengamen, dan anak punk yang kerap mangkal di sepanjang jalan Kota Pasuruan, kembali dilakukan. Namun, puluhan anak kabur. Hanya sembilan yang berhasil diamankan petugas Satpol PP Kota Pasuruan. Seluruhnya adalah remaja usia belasan tahun. Mereka diamankan Senin (25/2) malam dari beberapa lokasi. Penyisiran dilakukan di sepanjang jalan dan persimpangan di Kota Pasuruan. Kabid Trantib Satpol PP Kota Pasuruan Nur Fadholi menguraikan, operasi itu dilakukan demi mewujudkan Kota Pasuruan bebas dari keberadaan anak…

Selengkapnya...

Anggaran Operasional untuk Rumah Singgah Turun Timbang Tahun Lalu

Anggaran Operasional untuk Rumah Singgah Turun Timbang Tahun Lalu

PASURUAN – Dana operasional Rumah Singgah tahun 2019 mendatang menurun. Jika sebelumnya rumah singgah digelontor Rp 300 juta, tahun depan turun menjadi Rp 200 juta. Gunawan Wicaksono, Plt Kepala Dinsos Kabupaten Pasuruan membenarkan bahwa untuk dana operasional untuk Rumah Singgah Bina Hati tahun 2019 memang memang ada penurunan. Penurunan itu lantaran memang ada pembatasan untuk kegiatan perjalanan dinas. “Operasional rumah singgah ini adalah untuk pembelian makanan dan minuman jika ada Anak Jalanan, PSK ataupun gelandangan…

Selengkapnya...

3 Tahun Rumah Singgah Tak Dapat Bantuan Operasional, Bakal Ajukan Lagi di Tahun 2020

3 Tahun Rumah Singgah Tak Dapat Bantuan Operasional, Bakal Ajukan Lagi di Tahun 2020

PASURUAN – Rumah Singgah Bina Hati Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan, sudah beroperasi sejak 2017. Namun, sejauh ini belum mendapatkan dana bantuan operasional dari Kementerian Sosial (Kemensos). Bahkan, tahun depan sudah dipastikan tidak akan dapat. Namun, Dinsos berencana akan kembali mengajukannya pada 2020. Plt Kepala Dinsos Kabupaten Pasuruan Gunawan Wicaksono mengatakan, dari Kemensos ada dana Sistem Layanan Terpadu (SLT) yang diberikan untuk operasional rumah singgah yang baru berdiri. Seperti, Rumah Singgah Bina Hati Kabupaten Pasuruan yang…

Selengkapnya...