Pasang Bronjong Darurat di Manaruwi untuk Antisipasi Ambrol Lebih Parah

Pasang Bronjong Darurat di Manaruwi untuk Antisipasi Ambrol Lebih Parah

BANGIL – Ambrolnya plengsengan Satak, Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil, mulai ditangani. Pemkab Pasuruan melalui Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang memasang bronjong di plengsengan yang ambrol. Pemasangan bronjong itu dilakukan sejak dua hari terakhir. Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka mengungkapkan, pembenahan plengsengan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah. Pembenahannya dilakukan dengan memasang bronjong lantaran bersifat kedaruratan. “Kami menanganinya secara kedaruratan. Agar plengsengan tersebut tidak…

Selengkapnya...

Tergerus Hujan, Plengsengan di Winginanom Ini Ambrol

Tergerus Hujan, Plengsengan di Winginanom Ini Ambrol

PANDAAN – Beberapa titik plensengan saluran sekunder Wringin Anom mengalami ambrol. Plengsengan yang ambrol itu berlokasi di bawah jalan tol Gempol–Pandaan (mapan), Desa Kebonwaris, Kecamatan Pandaan. Pantauan media ini, plengsengan yang ambrol ada di empat titik. Menurut warga sekitar, ambrolnya plengsengan saluran sekunder tersebut sudah terjadi sekitar tiga bulan terakhir. “Kami ketahui kondisi seperti ini sudah saat curah hujan tinggi. Awalnya biasa, lama kelamaan meluas dan melebar,” kata Tarmudji, warga sekitar. Menurutnya, jika tidak diperbaiki…

Selengkapnya...

Dewan Desak Tangani Plengsengan Ambrol di Sungai Kedunglarangan

Dewan Desak Tangani Plengsengan Ambrol di Sungai Kedunglarangan

BANGIL – Ambrolnya plengsengan di Dusun Satak, Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil, menjadi perhatian DPRD Kabupaten Pasuruan. DPRD berharap, instansi terkait melakukan langkah untuk mencegah bencana lebih parah. Desakan tersebut diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Rusdi Sutejo. Menurutnya, Pemkab dalam hal ini BPBD bersama Dinas SDA dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan bisa segera berkomunikasi dengan BBWS Brantas. Karena sungai Kedunglarangan merupakan kewenangan BBWS Brantas. Supaya, segera ada tindakan dari pemilik kewenangan. “Kami menekankan agar…

Selengkapnya...

Warga Evakuasi Material usai Insiden Longsor yang Timpa Warung di Rekesan-di Prigen

Warga Evakuasi Material usai Insiden Longsor yang Timpa Warung di Rekesan-di Prigen

PRIGEN – Longsornya tebing di Lingkungan Rekesan, Kelurahan/Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Sejumlah warga langsung bahu membahu mengevakuasi material longsor. Pihak Perhutani juga turun karena daerah ini masuk wilayahnya. Selasa (5/2), selain mengevakuasi material longsor, warga juga memperbaiki pipa air bersih yang putus akibat longsor. Pipa di tiga titik yang mengalirkan air bersih ke rumah-rumah warga itu pun rampung diperbaiki. “Evakuasi material longsor dan perbaikan pipa air sudah tuntas dikerjakan warga….

Selengkapnya...

Tebing di Prigen Longsor dan Timpa Warung usai Hujan Deras Mengguyur

Tebing di Prigen Longsor dan Timpa Warung usai Hujan Deras Mengguyur

PANDAAN – Hujan deras tak hanya membuat plengsengan di Desa Manaruwi ambrol. Hujan juga membuat tebing dengan ketinggian sekitar 8 meter, di perbatasan antara Kelurahan Prigen dengan Kelurahan Pecalukan, tepatnya Lingkungan Rekesan, Kelurahan/Kecamatan Prigen, mengalami longsor Senin (4/2) sore. Saat tebing longsor, di sekitar lokasi hujan lebat. “Sempat terdengar suara gemuruh, ternyata ada tebing yang longsor. Posisinya di sebelah barat jembatan sungai, menghubungkan Kelurahan Prigen dengan Pecalukan,” ucap Hadi Sucipto, warga Pecalukan. Material longsoran di…

Selengkapnya...

Plengsengan Kedunglarangan Ambrol, Warga di Manaruwi Cemas

Plengsengan Kedunglarangan Ambrol, Warga di Manaruwi Cemas

BANGIL – Warga Satak, Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil, diselimuti rasa cemas. Itu, disebabkan ambrolnya plengsengan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kedunglarangan. Insiden ambrolnya plengsengan tersebut berlangsung Minggu (3/2). Menurut Sumitro, 50, warga desa setempat, sebelum ambrol plengsengan yang dibangun tahun 2000 itu sudah mulai retak-retak. Kondisi tersebut sudah diketahuinya sejak lima hari sebelumnya. Ia pun sempat melakukan pengecekan ke sungai. Itu, dilakukannya untuk melihat fondasi sungai. “Kondisinya memang sudah ngerong (tergerus, Red),” kata Sumitro. Potensi…

Selengkapnya...